Abu Nawas dan Kecerdasan Keledainya





Kali ini saya akan bercerita tentang Kisah Abu Nawas dan khalifah Harun Al-Rasyid. Kisah ini saya temukan dalam sebuah buku yang ditulis M. Quraish Syihab. Saya lupa judulnya. Tapi isinya tentang bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan anak kecil tentang bangunan dasar dalam Islam.

Kita sekarang langsung ke kisah Abu Nawas. Tapi sebelum itu, ada satu hal tentang konteks kisah ini yang perlu saya ceritakan lebih dahulu.

Pada zaman Abu Nawas, sebagaimana sekarang, bahan makanan pokok bangsa Arab adalah gandum. Salah satu cara untuk mengolah gandum adalah dengan menggiling biji gandum sehingga menjadi tepung lalu diolah menjadi roti. Proses penggilingan bisa ditumbuk.

Bagi yang kaya, mereka biasa menggunakan gilingan gandum berupa batu silinder yang ditarik berputar oleh binatang. Batu inilah yang menggilas butiran gandum sehingga lebur menjadi tepung.

Tenaga yang digunakan untuk memutar silinder batu ini biasanya keledai. Dan siang itu Abu Nawas sedang menggiling gandum. Ia mengawasi keledainya yang terus berputar menggiling gandum. Ilustrasinya seperti gambar di atas.

Suhu musim semi yang sejuk membuat Abu Nawas terkantuk-kantuk hingga tertidur.

Zzzzzz........

Saat Abu Nawas tertidur inilah si keledai berhenti berputar.



* * *



“Hai Abu Nawas. Keledaimu berhenti. Hahaha....”, kata Abu Thalhah, yang kebetulan lewat.

Abu Nawas terkaget dan bangun sembari mendapati keledainya bersimpuh juga sambil terkantuk-kantuk.

Segera Abu Nawas menyabet keledai agar segera bangkit dan kembali bekerja.

Sembari bersungut-sungut, Abu Nawas mengambil lonceng kecil dan mengalungkan di leher keledai. Lonceng itu pun terus bergemerincing.

Abu Nawas kembali ke kursi malasnya dan berkata, “Nah, sekarang saya bisa istirahat lagi.”

Abu Thalhah segera menyahut, “Lah... bagaimana kalau keledaimu cuma duduk bersimpuh sambil pura-pura bekerja dengan hanya menggoyangkan loncengnya?”

Apa jawab Abu Nawas?

“Ah... nanti saya pikirkan solusi yang lain kalau keledaiku bisa berpikir sejauh pikiranmu itu. Sekarang saya tidur dulu.”

Hahaha.....



Pelajaran yang bisa dipetik dari Kisah Abu Nawas dan Kecerdasan Keledainya
1. Kelebihan manusia dibanding binatang adalah bahwa manusia memiliki imajinasi atau daya nalar. Dengan imajinasi ini manusia bisa melakukan banyak hal yang kreatif.

2. Kita harus berpikir efektif dalam menyelesaikan problem yang ada. Fokus pada solusi, bukan pada problem.

3. Hadapi dengan santai segala keruwetan hidup. 





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »