Abu Nawas Mencintai Buku




WAKTU muda, Abu Nawas terkenal nakalnya. Namun dalam kenakalannya itu, setiap orang mengagumi kecerdikan dan kecintaannya pada buku. Kecintaan pada buku itulah yang mendorongnya datang meme mui ayah Abu Wardah yang terkenal kaya dan derma wan di kampungnya.

Kepada orang yang dermawan itu, ia berkata,

"Saya sedang mengumpulkan uang untuk membantu seorang anak yang orang tuanya tidak mampu mem belikan buku untuk dipelajarinya.".

"Kau memang anak yang baik," kata ayah Abu Wardah itu sambil memberinya uang. "Kalau boleh tahu, siapa anak itu?"

"Saya sendiri," jawab Abu Nawas, membuat wa jah ayah Abu Wardah cemberut.

Sebulan kemudian ia datang lagi kepada sang der mawan itu. Ayah Abu Wardah itu menemuinya dengan muka masam sambil berkata, "Pasti engkau ingin mengatakan soal anak yang orang tuanya tidak bis membelikan buku."

"Tepat sekali" kata Abu Nawas

"Dan engkau sedang mengumpulkan sumbangan kepadanya?"

"Demikianlah, ternyata Anda sudah tahu"

"Tentu anak itu adalah engkau sendiri?"

"Akh, kali ini anda keliru!"

"Hmm, bagus kalau begitu. Kau memang anak yang baik," kata ayah Abu Wardah sambil menyerahkan uang kepada Abu Nawas, lalu ia bertanya lagi, "O, ya, kenapa engkau begitu peduli pada anak itu?"

"Sebab, saya yang jual buku kepadanya!"



Dikutip dari buku Abu Nawas dan Abu Wardah. Mitra PUstaka

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »