Buat Apa Abu Nawas Menyapu Lantai?


ADA dua kemungkinan mengapa ada seorang yang mengaku sufi dan tidak mau berbuat sesuatu bagi orang banyak. Mungkin dia sudah tahu betul apa untung rugi tindakannya itu, jadi ia memilih untuk tidak m lakukan. Tapi bisa juga hal itu hanya karena dia malas melakukan. Kenyataan seperti itu persis dengan apa vang dialami oleh Abu Nawas berikut ini:

Abu Nawas dipinjami pesuruh oleh Abu Wardah untuk membersihkan rumahnya karena akan menda pat kunjungan Sultan Harun al-Rasyid. Tetapi, pesuruh itu nampaknya orang yang sangat malas. Baru beberapa bagian yang dia bersihkan, ia sudah tertidur pulas. Ka rena waktu yang mendesak, Abu Nawas membangunkannya dengan kasar agar ia menyelesaikan pekerjaannya.

Dengan nada malas, pesuruh itu berkata, "Kenapa mesti dibersihkan semua, besok juga kotor lagi!"

Sambil memendam rasa marah, Abu Nawas ber sama anaknya meneruskan sendiri acara bersih-bersih rumah. Hingga sore pekerjaan baru selesai, dan pesuruh itu nampak kelaparan. Dengan menghina, pesuruh tadi meminta makan kepada tuan rumah.

Dengan ketus Abu Nawas mengatakan, "Kelap harus makan. Nanti khan juga lapar lagi?

Dikutip verbatim dari Ashad Kusuma, Abu Nawas dan Abu Wardah Yogyakarta Kreasi Wacana, hlm 60.

Pelajaran yang bisa dipetik:
1. Jangan malas.
2. Jangan banyak komentar.
3. Tidak mesti apa yang kita lakukan tidak bermanfaat.
4. Lakukan hal positif apa pun yang dikatakan orang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »