Nasihat Abu Nawas tentang Rumah Idaman


SUDAH lama Abu Wardah tidak bertemu Abu Nawas.

Ia begitu rindu pada kawannya yang konyol dan cerdas itu. Apalagi akhir-akhir ini ia memiliki masalah dengan rumah tangganya sehingga butuh nasihat dari Abu Nawas.

Maka didatanginya rumah Abu Nawas, ternyata kawannya itu tengah bertafakur dengan khusyuk. Abu Nawas pun menyambut gembira kedatangan karibnya itu. Dan kemudian Abu Wardah menguraikan masalahnya.

"Begini, akhir-akhir ini aku merasa rumah yang aku tinggali bersama istri dan kesepuluh anakku semakin lama semakin terasa sempit. Karena itu kami merasa kurang berbahagia akhir-akhir ini," kata Abu Wardah membeberkan kesulitannya.

Mendengar itu, Abu Nawas bertanya "Apakah dombamu masih ada?"

"Tidak, tetapi aku bisa membelinya lagi!" jawab Abu Wardah.

"Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu Abu Nawas menyarankan Abu Wardah tidak membantah, dan ia langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abu Nawas

Beberapa hari kemudian Abu Wardah datang lagi menemui Abu Nawas.

Wahai Abu Nawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba," kata Abu Wardah mengeluh.

Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu" kata Abu Nawas Abu Wardah percaya kata-kata Abu Nawas, ia langsung membeli beberapa ekor unggas yang ke kemudian dimasukkan ke dalam rumahnva. Beberapa hari kemudian Abu Wardah datang lagi ke rumah Abu Nawas.

"Wahai Abu Nawas, aku telah melaksanakan sa saran-saran dengan menambah penghuni rumahku dengan beberapa ekor unggas. Namun begitu, aku dan keluargaku semakin tidak betah tinggal di rumah yang makin banyak penghuninya. Kami makin merasa tersiksa," kata Abu Wardah dengan wajah yang semakin muram

"Kalau begitu belilah seekor anak unta dan peliha ralah di dalam rumahmu!" kata Abu Nawas menyarankan.

Karena Abu Nawas berkata dengan serius, Abu Wardah tidak membantahnya. la langsung pergi ke pasar hewan membeli seekor anak unta untuk dipelihara di dalam rumahnya.

Beberapa hari kemudian Abu Wardah datang lagi menemui Abu Nawas. la berkata, "Wahai Abu Nawas, tahukah engkau bahwa keadaan di dalam rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah menjadi lebih mengerikan daripada hari-hari sebelum nya. Wahai Abu Nawas, kami sudah tidak tahan tinggal serumah dengan binatang-binatang itu!" kata Abu Wardah putus asa.

"Baiklah, kalau kalian sudah merasa tidak tahan maka juallah anak unta itu," kata Abu Nawas.

Abu Wardah tidak membantah, ia langsung men jual anak unta yang baru dibelinya.

Beberapa hari kemudian Abu Nawas berkunjung ke rumah Abu Wardah, ia bertanya keadaan Abu War dah sekarang

Abu Wardah menjelaskan, "Keadaan Nya sekarang terasa lebih baik karena unta itu sudah tidak tinggal di sini lagi."

"Baiklah, kalau begitu sekarang juallah unggas unggasmu!" kata Abu Nawas.

Abu Wardah tidak membantah, ia pun langsung menjual unggas-unggasnya.

Beberapa hari kemudian Abu Nawas bertamu ke rumah Abu Wardah lagi. la bertanya, "Bagaimana ke adaan rumah kalian sekarang?"

"Kami merasakan rumah kami bertambah luas ka rena binatang-binatang itu sudah tidak tinggal bersama kami lagi. Dan kami sekarang merasa lebih berbahagia daripada dulu. Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepadamu, hai Abu Nawas!" kata Abu Wardah

"Sebenarnya ukuran sempit dan luas itu terletak pada pikiranmu sendiri. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat dari Tuhan maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu," kata Abu Na was menjelaskan

"Apakah hal itu tidak mengarah pada tindakan menipu diri sendiri, karena memang tak punya tapi merasa punya?"

"Bagiku, tindakan menipu diri sendiri sesungguh nya muncul dari rasa iri pada yang dimiliki orang lain

Semua orang harus berangkat dari apa yang dimiliki nya, di situlah kreatifitas akan muncul. Itulah yang disebut syukur!"

Dikutip verbatim dari Ashad Kusuma Abu Nawas dan Abu Wardah Yogyakarta Kreasi Wacana hlm 12-15.

Pelajaran yang bisa kita petik.
1. Bersyukur atas segala anugerah yang diberikan oleh Allah SWT.
2. Selalu berpikir positif atas segala sesuatu.
3. Jangan gampang mengeluh.
4. Dalam urusan dunia, lihatlah mereka yang ada di bawah.
5. Segala perbuatan yang tampak berat sesungguhnya ringan jika segera dikerjakan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »